Pencampuran bubuk menghasilkan campuran bubuk dengan berbagai struktur.
Artikel ini akan membahas:
- Susunan struktur yang dapat terbentuk dalam campuran bubuk
- Perbedaan dalam susunan tersebut
- Pengambilan sampel dari campuran bubuk
Para ahli Dinnissen Process Technology siap menjawab semua pertanyaan Anda!
Hubungi Juul Jenneskens 077 467 3555
Karakterisasi campuran bubuk
Pencampuran zat padat adalah proses yang umum dilakukan. Ini merupakan aktivitas yang sangat luas dan dilakukan di seluruh dunia, dengan perkiraan total mencapai triliunan kilogram bubuk dan material berbentuk butiran.
Untuk mendapatkan evaluasi yang bermakna dari campuran bubuk, diperlukan definisi yang andal mengenai campuran tersebut. Ini mungkin tampak jelas. Namun, penjelasan berikut tentang kemungkinan susunan dan struktur dalam campuran bubuk menunjukkan bahwa kehati-hatian diperlukan dalam penerapan campuran bubuk.

Campuran bubuk sempurna
Pengurutan campuran bubuk
Pencampuran adalah aktivitas sehari-hari bagi baik spesialis maupun non-spesialis, sehingga pencampuran yang baik sering dianggap sebagai sesuatu yang otomatis terjadi. Bahkan dalam proses di mana homogenitas campuran sangat bergantung pada proses pencampuran, sering kali diasumsikan secara keliru bahwa hasil akhirnya akan memiliki komposisi yang sepenuhnya homogen.
Prasangka ini juga berlaku untuk campuran bubuk, terutama yang terdiri dari partikel yang sangat kecil dan tidak terlihat dengan mata telanjang. Partikel-partikel ini diharapkan memiliki distribusi yang homogen.
Klasifikasi berikut dapat membantu memberikan deskripsi yang lebih nyaring mengenai distribusi partikel dalam campuran bubuk:
- Sempurna
- Terdistribusi secara acak
- Terorganisir
Namun, dalam praktiknya, distribusi bubuk dalam suatu campuran biasanya akan menyimpang dari distribusi sempurna yang disebutkan di atas. Sejumlah tingkat heterogenitas hampir selalu terjadi, sering kali disebabkan oleh pencampuran yang tidak sempurna, terbentuknya aglomerat, atau segregasi.

Terdistribusi secara acak
Perbedaan antara distribusi sempurna dan distribusi acak dalam campuran
Suatu distribusi dianggap sempurna dan seragam jika semua partikel tersusun secara 100% teratur dan homogen di antara partikel lainnya, dengan pola yang sama seperti atom dalam kristal sempurna. Setiap sampel yang diambil dari campuran bubuk dengan distribusi sempurna akan menunjukkan pola distribusi yang 100% identik. Namun, mencapai distribusi bubuk yang sempurna hanya mungkin jika setiap partikel ditempatkan satu per satu dalam campuran.
Dalam praktiknya, partikel bubuk dapat bergerak sebagian secara bebas, tetapi pada saat yang sama pergerakannya juga terbatas oleh berbagai sifat fisik. Dalam kondisi ini, pencampuran menghasilkan distribusi bubuk yang terdistribusi secara acak. Dalam kasus ini, sampel yang diambil dari campuran bubuk tersebut akan menunjukkan jumlah partikel dari satu jenis yang bervariasi di antara partikel lainnya. Distribusi ini mengikuti pola distribusi binomial.

Pemisahan parsial (segregasi)
Dalam praktiknya, distribusi aktual dalam suatu campuran akan selalu menyimpang dari distribusi yang sempurna.
Struktur berbagai jenis aglomerat
Dalam campuran bubuk di mana kohesi antara partikel lebih dominan, aglomerat terbentuk selama proses pencampuran.
Jika suatu aglomerat terdiri dari satu partikel dari satu jenis dan sejumlah tetap partikel dari jenis lain, serta aglomerat dalam campuran bubuk ini memiliki posisi acak relatif satu sama lain, maka distribusi ini disebut distribusi bubuk terurut acak yang ideal.
Jika aglomerat terdiri dari satu partikel dari satu jenis dan sejumlah tidak tetap partikel dari jenis lain, maka distribusi ini disebut distribusi bubuk terurut acak. Distribusi ini kurang homogen dibandingkan dengan distribusi bubuk terurut acak yang ideal.
Bagaimana segregasi terjadi
Campuran bubuk dengan struktur kompleks, serta campuran yang menunjukkan perubahan tekstur jangka panjang dan segregasi, sulit untuk dijelaskan dan dikarakterisasi. Bergantung pada metode pencampuran yang digunakan, dalam campuran dapat terbentuk wilayah dengan komposisi yang berbeda. Selain itu, adanya titik buta dalam mixer atau penurunan kecepatan pencampuran di area tertentu dapat menyebabkan zona dengan tingkat segregasi yang lebih tinggi.
Berbeda dengan campuran di mana partikel dapat bergerak bebas, dalam campuran di mana kohesi antar partikel lebih berperan, berbagai jenis aglomerat partikel dapat terbentuk.

Nama: Juul Jenneskens
Penasihat
Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda memiliki pertanyaan mengenai topik ini. Saya dan rekan-rekan saya siap membantu Anda!
Hubungi Juul Jenneskens 077 467 3555 [email protected]
Apakah Anda ingin meminta konsultasi langsung?
Pengambilan sampel dari campuran bubuk
Pengukuran sifat bubuk bergantung pada sampel yang representatif. Sampel harus diambil pada berbagai waktu. Mengambil hanya satu sampel dari total massa akan memberikan gambaran yang tidak akurat. Untuk mendapatkan pengukuran yang representatif, sejumlah sampel kecil harus diambil dari setiap bagian massa total. Dua aspek yang perlu diperhatikan adalah bahwa sampel harus diambil pada waktu yang berbeda dan dari aliran yang bergerak.
Ada dua metode untuk mengambil sampel dari satu batch total:
- Dalam metode pertama, semua sampel digabungkan dan dicampur menjadi bubuk homogen.
- Dalam metode kedua, sedikit bubuk diambil dari setiap sampel, sifat-sifat bubuk dari setiap bagian kecil diukur, dan kemudian rata-rata dari setiap sampel dihitung.
Metode kedua memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode pertama karena memberikan lebih banyak informasi mengenai distribusi sifat bubuk dalam batch. Namun, kekurangannya adalah bahwa metode ini memerlukan lebih banyak analisis. Oleh karena itu, pilihan antara metode pertama atau kedua bergantung pada proses yang digunakan.