Kadar Kelembaban Bubuk Berperan Penting dalam Pengolahan.

Artikel ini membahas:

  • Hidrasi bubuk
  • Empat sifat berbeda yang terkait dengan hidrasi
  • Dua rumus untuk menghitung kadar kelembaban bubuk

Para ahli Dinnissen Process Technology siap menjawab semua pertanyaan Anda:

Hubungi Juul Jenneskens 077 467 3555


Hidrasi Bubuk

Hidrasi bubuk berarti menambahkan air, baik secara sengaja maupun tidak. Istilah ini sering merujuk pada penyerapan air dari udara. Dalam industri makanan, di mana larutan dalam air sangat penting, seperti pada susu bubuk atau bubuk kopi, konsumen mengharapkan bubuk larut dengan cepat dalam air dan mengembalikan sifat asli produk yang dikenali. Pada titik ini, ketika penyerapan air oleh bubuk menjadi relevan, kita berbicara tentang sifat hidrasi bubuk.

Produk yang mudah menyerap air disebut higroskopis. Contoh produk yang sedikit higroskopis adalah garam meja. Jika terpapar lingkungan dengan kelembaban tinggi, garam akan menggumpal. Dalam hal susu bubuk, sifat higroskopis ini menguntungkan selama persiapan karena memungkinkan bubuk menyerap air dengan mudah. Namun, selama produksi dan distribusi, sifat ini memerlukan perhatian ekstra untuk mencegah efek yang tidak diinginkan.

powder

Hidrasi Bubuk

Empat Sifat yang Terkait dengan Hidrasi

Beberapa komponen dalam makanan, seperti protein dan karbohidrat, menyerap air. Jumlah air yang diserap bergantung pada:

  • Komposisi permukaan
  • Ukuran partikel
  • Porositas
  • Struktur molekul

Dalam beberapa kasus, hidrasi air lebih besar pada tingkat partikel dibandingkan pada tingkat massa curah. Hal ini berkaitan dengan struktur kimia dan struktur permukaan bubuk. Dibandingkan dengan bubuk amorf, bubuk kristalin larut lebih lambat. Molekul air sulit menembus struktur molekul spesifik dari bubuk kristalin. Bubuk komposit juga dapat memiliki pola permukaan yang berbeda, yang dapat mempersulit penetrasi air ke dalam material.

Dua Rumus untuk Menghitung Kadar Kelembaban

Kadar kelembaban bubuk berperan penting dalam proses pengolahan. Kelembaban memengaruhi konsistensi bubuk. Kelembaban yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penggumpalan atau kelengketan. Di sisi lain, kadar kelembaban yang lebih tinggi dapat menguntungkan dalam proses granulasi dan aglomerasi.

Terdapat dua rumus yang digunakan untuk menghitung kadar kelembaban.

$Vochtgehalte\ \left(droge\ basis\right) =\frac{Watermassa\ in\ product}{Massa\ droog\ materiaal\ }$
$Vochtgehalte\ \left(vochtige\ basis\right) =\frac{Watermassa\ in\ product}{Totale\ massa\ } $

Selain dua rumus di atas, terdapat rumus lain untuk menghitung kadar kelembaban. Beberapa jenis bubuk memiliki rumus khusus untuk mengukur kadar kelembaban. Sebagai contoh, terdapat standar dari International Dairy Federation (IDF) untuk mengukur kadar kelembaban dalam bubuk susu. Kadar kelembaban ditentukan dengan mengeringkan bubuk dalam oven pada suhu 102 °C ± 2 °C selama 3 jam. Rumus yang digunakan adalah:

$Vochtgehalte\ =\frac{\left(gewicht\ ongedroogd\ poeder\ +\ gewicht\ schotel\right) -\ gewicht\ gedroogd\ poeder\ +\ gewicht\ schotel}{\left(gewicht\ ongedroogd\ poeder\ +\ gewicht\ schotel\right) -\ gewicht\ schotel\ } *\ 100\ procent\ $

Saat menentukan kadar kelembaban dalam bubuk, kadar kelembaban di atmosfer juga merupakan aspek yang harus diperhitungkan. Sebagian besar bubuk langsung menyerap kelembaban dari lingkungannya. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan kelembaban relatif dan suhu lingkungan dalam perhitungan serta memetakan hubungan antara kelembaban dalam bubuk dan kelembaban di lingkungan sekitarnya.

powder

Analisa kelembaban (moisture analyzer)

Juul Jenneskens

Nama: Juul Jenneskens
Penasihat

Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda memiliki pertanyaan mengenai topik ini. Saya dan rekan-rekan saya siap membantu Anda!

Hubungi Juul Jenneskens 077 467 3555 [email protected]

Apakah Anda ingin meminta konsultasi langsung?

Banyak jenis bubuk memiliki metode tersendiri untuk mengukur kadar air.