Pemantauan kualitas campuran bubuk merupakan aktivitas utama yang berkelanjutan dalam industri proses.

Artikel ini akan membahas:

  • Pentingnya bubuk dan kompleksitas pencampuran
  • Pemantauan kualitas campuran bubuk

Para ahli Dinnissen Process Technology siap menjawab semua pertanyaan Anda:

Hubungi Juul Jenneskens 077 467 3555


Pencampuran bubuk, butiran, dan granulat

Produk yang banyak orang di seluruh dunia gunakan setiap hari adalah produk yang tersedia di supermarket. Sebagian besar produk ini hadir dalam bentuk bubuk. Contohnya termasuk kopi, teh, susu bubuk, dan campuran rempah-rempah. Selain itu, banyak produk lain menggunakan bubuk sebagai bahan dasar, seperti tepung untuk roti, serta kakao dan gula untuk cokelat batangan. Bubuk juga sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk lain, misalnya pati jagung atau kentang dalam sup dan saus. Pewangi, pewarna, perasa, pengawet, dan vitamin tambahan adalah contoh lain dari bubuk yang digunakan dalam berbagai produk.

Selain digunakan langsung dalam pembuatan makanan, bubuk juga menawarkan solusi teknologi untuk penyimpanan, transportasi, dan/atau pemrosesan produk menjadi produk lain dengan cara yang lebih efisien. Hal ini menjadikan produksi bubuk sebagai aktivitas penting dalam berbagai industri, seperti kimia, farmasi, makanan, produk susu, pakan ternak, dan pakan ikan. Pencampuran bubuk sering kali menjadi bagian dari lini proses yang lebih luas. Tujuannya bukan hanya untuk menghasilkan berbagai jenis bubuk kering, tetapi juga untuk menjamin kualitas yang konsisten dan tinggi.

Beragam jenis bubuk sering dicampur secara individual atau dikombinasikan dengan bubuk lainnya dalam mixer horizontal atau vertikal. Perbedaan sifat bahan bubuk yang signifikan membuat proses pencampuran menjadi kompleks. Karena perbedaan ukuran dan karakteristik bubuk, butiran, dan granulat, beberapa bahan cenderung menggumpal dengan bahan lain atau justru mudah terurai. Sifat bubuk ini mempengaruhi cara pengendalian proses seperti transportasi, pencampuran, penyimpanan, dan pengemasan.

Dalam industri, pencampuran bubuk, butiran, dan granulat umumnya dilakukan dalam batch. Alasannya adalah fleksibilitas yang lebih besar dan biaya instalasi yang lebih rendah dibandingkan dengan proses kontinu. Pengaturan mesin dalam proses pencampuran ini didasarkan pada kombinasi antara pengalaman praktis (know-how) dan ilmu terapan.

Powders in the supermarket

Sifat yang mempengaruhi keseragaman campuran bubuk

Pemantauan kualitas campuran bubuk merupakan aktivitas utama yang berkelanjutan dalam industri proses. Parameter kualitas utama dalam pencampuran zat kering adalah kualitas pencampuran, yang paling baik dinyatakan dalam keseragaman campuran. Tingkat keseragaman yang dibutuhkan dapat sangat bervariasi tergantung pada aplikasinya.

Faktor pertama yang sangat menentukan adalah sifat dari jenis bubuk yang dicampur. Selain itu, keseragaman sangat bergantung pada prosedur pencampuran yang digunakan, jenis mixer, serta ukuran, bentuk, dan geometri bilah pencampur. Terakhir, kecepatan putaran yang diatur serta durasi pencampuran juga berperan penting selama proses pencampuran.

Memantau kualitas campuran bubuk merupakan aktivitas utama yang berkelanjutan dalam industri proses.