Ukuran bubuk memainkan peran yang sangat penting dalam proses pengolahan bubuk, tetapi distribusinya sama relevannya.
Artikel ini akan membahas:
- Bagaimana ukuran bubuk memengaruhi luas permukaan partikel bubuk
- Dua metode untuk menentukan distribusi ukuran partikel
- Cara menampilkan hasil distribusi ukuran partikel
Para ahli Dinnissen Process Technology siap menjawab semua pertanyaan Anda:
Hubungi Juul Jenneskens 077 467 3555
Ukuran Bubuk dan Luas Permukaan
Ukuran partikel individu dalam bubuk merupakan salah satu sifat terpenting dari bubuk. Hal ini memengaruhi banyak aspek perilaku bubuk dalam jumlah besar, seperti sifat aliran, kemampuan kompresi, dan potensi eksplosivitas. Secara khusus, ukuran partikel memengaruhi luas permukaan partikel bubuk, yang berperan penting dalam menentukan tingkat interaksi antara partikel bubuk itu sendiri, interaksi dengan partikel bubuk lainnya, serta interaksi dengan cairan jika ada.
Hubungan antara ukuran bubuk dan luas permukaan partikel tidak bersifat linear. Hal ini dapat dengan mudah dibuktikan dengan menghitung volume dan luas permukaan dari lima partikel berbentuk bola. Tabel menunjukkan bahwa semakin kecil partikel, semakin besar luas permukaannya secara relatif.
r(mm) | A(mm^2) | V(mm^3) |
1 | 12.6 | 4.2 |
2 | 50.3 | 33.5 |
3 | 113.1 | 113.1 |
4 | 201.1 | 268.1 |
5 | 314.2 | 523.6 |

Dua Metode untuk Menentukan Distribusi Ukuran Partikel
Partikel dalam bubuk tidak pernah memiliki ukuran yang sama, tetapi dalam beberapa aplikasi, ukuran merupakan parameter yang penting untuk diketahui. Distribusi ukuran partikel disebut sebagai Particle Size Distribution (PSD). PSD dapat didasarkan pada ukuran dan volume partikel bubuk. Dua metode yang umum digunakan untuk menentukannya adalah metode ayakan dan difraksi laser.
Metode ayakan merupakan metode yang cukup sederhana, dengan menara ayakan sebagai elemen utama. Menara ini terdiri dari beberapa ayakan yang semakin halus ke bawah. Bubuk ditempatkan di bagian atas ayakan pertama, kemudian pelat getar di bagian bawah menara memastikan bubuk bergerak ke bawah. Setelah beberapa waktu, jumlah bubuk yang tertahan di setiap ayakan diperiksa. Metode ini tidak terlalu akurat dan hanya memberikan gambaran umum tentang PSD.
Difraksi laser adalah metode yang lebih akurat dan canggih dalam menentukan PSD. Dalam metode ini, partikel padat harus dibawa ke dalam suspensi, yang tidak selalu memungkinkan untuk semua zat. Dalam difraksi laser, sinar laser dilewatkan melalui bubuk, dan cahaya yang terdifraksi bersama dengan intensitas serta sudut difraksi digunakan untuk mengukur ukuran dan jumlah partikel bubuk.
Ketika berbicara tentang ukuran partikel bubuk, berbagai instrumen pengukuran menghasilkan diameter yang berbeda. Misalnya, dalam difraksi laser, diameter volume diukur, sedangkan dalam metode ayakan, diameter ayakan yang diukur. Oleh karena itu, instrumen yang berbeda dapat memberikan hasil pengukuran yang berbeda untuk bahan curah yang sama.

Tampilan Hasil PSD
Hasil kuantitatif dari Particle Size Distribution (PSD) biasanya ditampilkan dalam diagram kumulatif yang berasal dari histogram atau diagram frekuensi. Biasanya terdapat satu puncak dalam distribusi frekuensi, tetapi dalam beberapa kasus dapat muncul dua puncak. Dalam proses penggilingan, adanya dua puncak dapat menunjukkan bahwa kinerja hammer mill tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Saat menginterpretasikan hasil, penting untuk menyadari bahwa distribusi dapat bervariasi, meskipun berasal dari kelompok partikel bubuk yang sama. Oleh karena itu, hasil harus diinterpretasikan dan dibandingkan dengan hati-hati. Untuk mendapatkan data yang akurat dan representatif, hanya PSD yang diperoleh dengan metode yang sama yang boleh dibandingkan satu sama lain.
Selain itu, median atau rata-rata sering digunakan untuk mewakili populasi partikel bubuk. Namun, nilai ini tidak memberikan gambaran tentang variasi dalam distribusi. Pada bubuk yang sama, median dan rata-rata dari luas permukaan dapat berbeda dari median dan rata-rata berdasarkan volume, sehingga perbedaan ini harus diperhitungkan dalam analisis data.

Nama: Juul Jenneskens
Penasihat
Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda memiliki pertanyaan mengenai topik ini. Saya dan rekan-rekan saya siap membantu Anda!
Hubungi Juul Jenneskens 077 467 3555 [email protected]
Apakah Anda ingin meminta konsultasi langsung?
Hubungan antara volume dan luas permukaan partikel bubuk tidak bersifat linier. Akibatnya, sifat bubuk berubah ketika partikel bubuk memiliki volume yang berbeda.